Ceri ?
Date: 06 Oct 2014 07:02
Category: MyGod
Author: Owner
Hits: 1/939
Kisah nyata oleh: Ust. Yusuf Mansyur
Bismillah ... Kisah ini diceritakan seorang
pedagang hewan qurban tentang sebuah
kejadian yang membuat hatinya amat
tersentuh, berikut kisahnya;
Seorang wanita datang memperhatikan
dagangan saya. Dilihat dari penampilannya
sepertinya tidak akan mampu membeli.
Namun tetap saya coba hampiri dan
menawarkan kepadanya, “Silakan bu…”,
lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing
termurah sambil bertanya, “kalau yang itu
berapa Pak?”
“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga
pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibu. “600
deh, harga segitu untung saya kecil, tapi
biarlah. “Tapi, uang saya hanya 500 ribu,
boleh pak?”, pintanya. Waduh, saya
bingung, karena itu harga modalnya,
akhirnya saya berembug dengan teman
sampai akhirnya diputuskan diberikan saja
dengan harga itu kepada ibu tersebut.
Sayapun mengantar hewan qurban tersebut
sampai ke rumahnya, begitu tiba di
rumahnya, “Astaghfirullah…, Allahu Akbar…,
terasa menggigil seluruh badan karena
melihat keadaan rumah ibu itu.
Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga,
dengan ibunya dan puteranya dirumah
gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak
melihat tempat tidur kasur, kursi ruang
tamu, apalagi perabot mewah atau barang-
barang elektronik,. Yang terlihat hanya
dipan kayu beralaskan tikar dan bantal
lusuh.
Di atas dipan, tertidur seorang nenek tua
kurus. “Mak, bangun mak, nih lihat saya
bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yang
sedang rebahan sampai akhirnya terbangun.
“Mak, saya sudah belikan emak kambing
buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya
mak…”, kata ibu itu dengan penuh
kegembiraan.
Si nenek sangat terkaget, tapi nampak jelas
raut bahagia di wajahnya, ia segera berjalan
keluar dengan langkah yang gontai karena
usianya yang senja. Sambil mengelus-elus
kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah,
akhirnya kesampaian juga kalau emak mau
berqurban.”
“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya
nawarnya kemurahan, karena saya hanya
tukang cuci di kampung sini, saya sengaja
mengumpulkan uang untuk beli kambing
yang akan diniatkan buat qurban atas nama
emak saya…”, kata ibu muda itu.
Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil
menahan tetes air mata, saya berdoa, “Ya
Allah…, ampuni dosa hamba, hamba malu
berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti
lebih mulia ini, seorang yang miskin harta
namun kekayaan Imannya begitu luar biasa.”
“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil
ibu itu, “sudah bu, biar ongkos kendaraanya
saya yang bayar”, kata saya sambil
menyembunyikan mata saya yang sudah
berkaca-kaca.
Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau
mata ini sudah basah karena tak sanggup
mendapat teguran dari Allah yang sudah
mempertemukan dengan hambaNya yang
dengan kesabaran, ketabahan dan penuh
keimanan ingin memuliakan orang tuanya
meski dengan segala keterbatasan
ekonominya.
Subhanallah...
Semoga kita semua yang mengucapkan
Aamiin selalu mendapat rizki setiap
tahunnya agar bisa berkurban seperti kisah
di atas. Aamiin
Komentar (0)
Tidak ada komentar.
Tinggalkan Sebuah Komentar
Nama* :
Url :
Komentar*:
[BB Code] [Smiley]
Kode*: 9021
2 Online | Hari ini: 0 visit | Total: 9327 visit
Powered by ge